Aneka Teknik Packing
Packing, kelihatannya sepele tetapi penting. Salah packing, tanaman menjadi rusak dan tak tahan lama. Untuk sampai ke konsumen, produsen harus mengepak dan mengirim tanaman yang akan diperdagangkan. Langkah ini menjadi penting. Sebagus apapun kualitas tanaman, jika salah cara packing dan pengiriman, tanaman bakal rusak di jalan.
Dengan Corong Kertas
Teknik ini dilakukan oleh Ekakakarya untuk mengirim pot plant. Caranya, setiap pot dibungkus kertas tebal memhentuk corong. Tinggi kertas melebihi tinggi tanaman. Dengan cara ini, daun dan bunga bakal terkumpul dan menjadi kokoh. Gesekan dengan tanaman lain pun terhindari.
Setelah dibungkus satu per satu, dimasukkan ke dalam kontainer atau mobil boks. Di dalamnya dipasang rak. Tanaman diatur dalam rak masing-masing. Lebih bagus lagi bila mobil boks dilengkapi pendingin. Tetapi kalau tidak, untuk perjalanan 1 - 2 hari masih tahan.
Dengan Kapas
Khusus untuk tanaman berharga atau untuk lomba, teknik ini bisa dilakukan. Agak ribet, tetapi dijamin barang bagus sampai tujuan. Dr. Purbo Djojokusumo pernah melakukannya untuk aglaonema pride of sumatera yang akan dilombakan di Floriade Belanda 2000. Setiap Iembar daun dilapisi dengan kapas, kemudian dibalut dengan kertas dan selotip. Kapas ini melindungi daun dari kerusakan mekanik.
Setelah semua terbalut, tanaman dimasukkan ke dalam kotak kayu yang kuat. Tanaman aman sampai tujuan.
Tanpa Media
Digunakan untuk pengiriman antar negara dan dalam jumlah besar. Umumnya dilakukan oleh importir. Yang biasa dilakukan dengan packing ini, antara lain bibit aglaonema, bibit adenium, dan bibit anggrek
.
Tanaman diangkat dari media, lantas dicuci dengan air bersih. Selanjutnya ditiriskan sampai airnya benar-benar kering. Air yang tersisa akan menaikkan suhu saat dipacking sehingga tanaman terbakar.
.
Setelah tanaman kering, lantas disusun dalam kotak kardus. Bagian bawah dan antar tanaman diberi sekat irisan kertas. Setelah semua masuk, kardus diselotip kuat-kuat, dan siap dikirim.
Keunggulan dari teknik ini adalah ringan dan rapat schingga hemat biaya. Kelemahannya, tanaman drop setelah dikirim. Perlu aklimatisasi dan pemulihan sampai segar kembali.
Dengan Media (untuk Nepenthes)
Caranya media di dalam pot ditutup dengan plastik wrap (yang biasa dipake bungkus buah) terus bagian atas tanaman (daun dan batang) ditutup pake gelas plastik/pol.
Terus di lakban. jadi medianya gak berantakan dan bagian atas tanaman juga gak cidera.
